Spread the love

Lego adalah salah satu merek paling ikonik sepanjang masa.

Bata demi bata, telah menaklukkan hati generasi.

Berikut adalah 9 pelajaran dari pemasaran Lego yang akan membantu merek Anda bertahan dalam ujian waktu:

Warisan Lego membentang kembali ke tahun 1932.

Ole Christiansen adalah seorang tukang kayu Denmark yang mulai membuat mainan kayu untuk anak-anaknya.

Kecintaan anak-anaknya terhadap ciptaannya memicu ide untuk menjualnya.

Dia tahu anak-anak lain akan menikmatinya juga.

Satu-satunya masalah: apa nama perusahaan yang akan di buat?

Dia meminta stafnya untuk memberikan ide.

Salah satunya menawarkan nama Lego dari frasa “leg godt,” yang artinya: “bermain dengan baik.”

Pada tahun 1949, batu bata plastik pertama diproduksi, dan sisanya adalah sejarah.

Tapi bagaimana mereka bisa bertahan dari transformasi digital?

Strategi pemasaran mereka melampaui waktu dan kelompok usia.

Ini berakar dalam mewujudkan kemungkinan manusia.

Membangun kembali Dunia, kampanye merek mereka telah menghasilkan lebih dari 1 miliar tayangan dan peningkatan keterlibatan 40%.

Inilah yang dapat kita semua pelajari darinya:

Rebuild the World Campaign Lego
Rebuild the World

1/ Pemberdayaan pelanggan

Kunci untuk mempertahankan pelanggan adalah mengembangkan pengalaman yang memberdayakan mereka untuk berkembang.

Pesan Lego kepada audiens mereka adalah untuk membangun dunia seperti yang mereka inginkan.

Iklan memelihara keterampilan pemecahan masalah dan potensi kreativitas yang tak ada habisnya.

2/ Jual transformasinya

Bersama dengan RTW, Lego merilis kampanye Sambutan Dewasa.

Ini menargetkan orang dewasa yang lelah dunia.

Tempat-tempat tersebut menampilkan tagline: “Temukan aliran Anda” dan dorong orang untuk beralih ke Lego untuk menemukan perhatian penuh dalam kehidupan mereka yang sibuk.

Orang dewasa pergi dari kekacauan

Adults Welcome Lego Campaign
Adults Welcome Lego Campaign

3/ Keanekaragaman meningkatkan hasil kreatif

Direktur kreatif Lego mengaitkan sebagian kesuksesan merek dengan keragaman pendapat dalam organisasi.

Budaya demokratis membantu pencarian solusi baru.

Perspektif dan pendapat yang berbeda memancing lebih banyak pemikiran.

4/ Arsitektur saluran sempit

Fokus dan kesederhanaan adalah komponen fundamental dari strategi Lego.

Mereka ingin lebih lincah merespon tren pasar. Itu sebabnya mereka telah memotong semua saluran yang tidak perlu.

Diversifikasi yang luas melemahkan keefektifan pesan.

5/ Berputar dalam krisis

Selama pandemi, penjualan Lego naik menjadi 14%.

Mereka memanfaatkan peluang yang dibawa oleh lockdown.

Wawasan dari penelitian menemukan bahwa keluarga mendambakan alternatif yang berbeda untuk streaming.

Dalam 72 jam mereka telah menyiapkan strategi media sosial.

6/ Nostalgia terbuka ❤️ dan dompet

Nostalgia adalah sentimen yang kuat.

Ini memicu emosi kerinduan, menghasilkan asosiasi positif.

Kampanye Welcome Adults memanfaatkan perasaan ini.

Ini menggunakan tema yang terinspirasi tahun 70-an untuk membangkitkan kenangan memiliki lego sebagai seorang anak.

7/ Komunitas: dari transaksional ke timbal balik

Komunitas merek yang kuat membentuk hubungan yang tulus dengan merek.

Interaksi berubah dari monolog menjadi percakapan dua arah.

Pendukung merek ini membantu mendorong inovasi dengan memberikan wawasan dan konten buatan pengguna

Pada tahun 2008, Ide Lego lahir. Ini adalah komunitas online yang menyatukan penggemar dan pembuat konten untuk membayangkan dan merancang Kit Lego baru.

Pengguna membagikan ide mereka dan mengirimkan prototipe. Jika proyek mendapat 10 ribu suara, perusahaan akan meninjaunya.

Kumpulan Teman berasal dari program ini

8/ Tambang UGC

Konten buatan pengguna adalah keunggulan kompetitif untuk kesuksesan pemasaran masuk.

Lego telah memanfaatkan tampilan kasih sayang dari komunitas ke dalam strateginya.

Dalam ratusan video, pengguna menunjukkan kreasi luar biasa yang mereka buat dengan batu bata berwarna.

9/ Bercerita yang bermakna

Kampanye Rebuild the World berpusat di sekitar seorang ksatria yang mencoba menyeberangi sungai untuk mendapatkan teman beruangnya. Semua usahanya gagal.

Melihat perjuangan ksatria, kota berkumpul untuk membantunya mendapatkan temannya dengan menggabungkan bakat dan keterampilan.

Rebuild the World
Rebuild the World

Tujuan dari kampanye ini adalah untuk menginspirasi kegembiraan sambil mengajarkan bahwa:

• Kerjasama sangat penting untuk mengatasi tantangan
• Ada pembangun di dalam diri kita masing-masing
• Anak-anak adalah ahli dalam pemecahan masalah yang kreatif
• Kita hanya sebatas imajinasi kita

Itu dia— 9 pelajaran yang dapat Anda terapkan pada pemasaran Anda untuk menumbuhkan akar budaya yang kuat dan tetap relevan di era disrupsi.

Keuntungan mereka yang tidak adil = mendengarkan pelanggan mereka.

Begitulah cara mereka menciptakan merek yang bisa membuat kita percaya…

Kita Bisa Membangun Kembali Dunia

Baca juga:

Kisah “Pizza Karton” Domino yang bangkit dari kegagalan