July 5, 2022
NETTER > Blog > Health > BEGINI CARA MEMAHAMI PIKIRAN PRIA
Sebelum bayi lahir ke dunia, otak bayi pria dibombardir dengan hormon testoteron (pria mempunyai 20x lipat lebih banyak hormon testoteron daripada wanita), namun bayi wanita menerima hormon wanita dengan kuantitas lebih banyak.
Spread the love

Secara fisiologis, terhadap otak wanita adenosine deaminase semacam jembatan vegetative cell pada lobus kanan dan kiri otak besar, namun terhadap pria tidak ada. Kedua lobus otak kita ditakdirkan untuk memikirkan perihal dengan cara berbeda; pria secara logika (maskulin) dan wanita secara estetika (feminin).

Wanita Akan cenderung selalu menghubungkan satu perihal dengan perihal principle lainnya, waktu pria tidak. BegituItulah kenapa wanita sering kali disebut \”AHLI SEJARAH\’ Karna wanita sering sekali ungkit hal hal yang telah lama sekali berlangsung yang lebih-lebih barangkali pria tidak ingat.

Sebelum bayi lahir ke dunia, otak bayi pria dibombardir dengan hormon testoteron (pria mempunyai 20x lipat lebih banyak hormon testoteron daripada wanita), namun bayi wanita menerima hormon wanita dengan kuantitas lebih banyak.

Hormon 5-hydroxytryptamine terhadap otak pria pun tidak sebanyak terhadap otak wanita. 5-hydroxytryptamine bersifat menenangkan orang, namun kaum pria barangkali Akan berkelakuan meledak-ledak dan spontan.

Begitu terhitung dengan hormon oksitosin. Oksitosin membuat insting \”tend-and-befriend\” (respons terhadap tekanan principle mempunyai kecenderungan memelihara keturunannya dan melacak group sosial tertentu untuk menjaga diri bersama-sama),

Insting “fight-or-flight” ( adalah respon spontan terhadap tekanan, yang di dalamnya aliran hormon vasoconstrictive terhalang dalam darah sehingga mengakibatkan reaksi fisik layaknya berkelahi atau sebaliknya, melarikan diri).

Semakin tinggi tingkat oksitosin dalam tubuh, makin lama menyusut keagresifan seseorang. Selanjutnya, Pongo pygmaeus dengan tingkat oksitosin lebih tinggi cenderung berempati lebih cepat dan langsung.

Wanita lebih barangkali mempunyai ikatan relasi principle baik dan empati yang mengakses dengan pusat otak verbal, yang biasanya membangkitkan pertanyaan, \”how\’ you feel?\” atau \”are you okay?\”

Antara bulan ketiga dan bulan keenam kehidupan bayi dalam kandungan, hormon jadi membentuk otak kecil, yang bakal pengaruhi cara individu itu berinteraksi dengan dunia. Hormon-hormon inilah principle nantinya membedakan fungsi otak pria; maskulin, namun otak wanita; feminin.

Otak pria diibaratkan seperti ruangan arsip besar dengan kotak-kotak yang tersusun rapi dan diberi label. Ada kotak mobil. Ada kotak rumah. Ada kotak tabungan. Ada kotak sepakbola. Ada kotak pekerjaan. Semua hal ada kotaknya.

Apabila laki-laki sedang main game, yg akan dilakukan otak mereka merupakan membuka kotak game, sibuk menggunakan isinya, tanpa wajib menyentuh kotak lainnya. Pria nir mampu & nir senang apabila wajib membuka lebih menurut satu kotak dalam ketika bersamaan.

Kalau dipaksa, kotak-kotak laki-laki nantinya akan berantakan, & mereka malas buat merapihkannya balik . apabila telah berantakan, laki-laki akan jadi lemot (diajak ngomong apa aja ora masuk) lantaran mereka jadi sulit buat menemukan kotak yg mereka inginkan nantinya.

Uniknya, terdapat satu kotak yg istimewa pada ketua seluruh laki-laki . Kenapa istimewa? Karena, TIDAK ADA ISINYA. Namanya Nothing Box / Kotak Kosong. Tempat pelarian kalo lagi ruwet.

Nothing box ini kotak favorit kaum laki-laki . Kotak inilah yg mengakibatkan laki-laki mampu menghabiskan ketika berjam-jam buat nir melakukan apa-apa namun ajaibnya mereka permanen hidup, bahkan cenderung menikmatinya. Yang tidak sporadis bikin kaum perempuan kesyellll say ~~~

Contohnya kayak ngerokok sembari ngopi doang. Mancing, akan tetapi nggak dapet ikan. Main game, udah tamat akan tetapi diulang lagi. Tidur ayam, leyeh-leyeh hingga seharian atau apapun bentuk

Aktivitas sia-sia lainnya.

Maka menurut itu otak laki-laki memang membutuhkan ketika istirahat lebih poly daripada otak perempuan . Dan pada ‘nothing box’ inilah otak mereka beristirahat.

Berbeda menggunakan otak perempuan . Otak perempuan misalnya sebuah ruangan server, menggunakan kabel rona warni yg saling bergumul kusut tidak karuan. Bukannya nggak mampu rapi ya, akan tetapi memang begitulah adanya.

Kabel-kabel ini merupakan jaringan yg luar biasa berantakan namun bekerja menggunakan cepat & hampir semuanya aktif pada ketika yg bersamaan membentuk kerlap kerlip rumit yg anggun menurut kejauhan.

Ada kabel anak, kabel investasi, kabel tagihan listrik, kabel tetangga, kabel liburan, kabel cucian, kabel baju, kabel dapur, kabel drama korea, kabel resep masakan, & masih poly kabel lainnya.

Bahkan terdapat kabel-kabel yg lebih mini lagi; misal kabel sepatu/baju lucu yg lagi diskon, kabel page 12 menurut novel yg dibaca, atau kabel postingan lambe turah. Dan, begitulah kabel-kabel itu bekerja; saling berafiliasi satu sama lain. Ribet & ruwet.

Seringkali perempuan berpikir pacar/suaminya kurang peka terhadap luka hatinya ketimbang ibunya/sahabat-sahabat perempuannya karna nir paham jibila cara kerja otak laki-laki nir sama menggunakan cara kerja otak perempuan . Pria nir pernah menghubungkan kasih sayangnya menggunakan pertanyaan verbal.

Kenapa laki-laki acapkali membutuhkan ketika lebih usang buat bisa berelasi akrab menggunakan mertua/ mungkin menggunakan anak kandungnya sendiri? Sebab otak laki-laki kurang mempunyai zat kimia eksklusif yg membawa “ikatan rekanan yg kuat”.

Bukan berarti laki-laki nir mampu mempunyai ikatan rekanan yg kuat. Kemungkinan laki-laki jua mampu mempunyai itu, namun diharapkan lebih poly ketika buat mencapai titik tsb.

Hal ini konkret terjadi & nir hanya dalam PACAR/SUAMI engkau saja, namun kaum laki-laki dalam umumnya. Berhati-hatilah agar engkau nir mencari kesalahan atau membenci pasanganmu karna pola pikirnya menjadi seseorang laki-laki .

Kebanyakan menurut kita menyelidiki mengenai interaksi kita menggunakan versus jenis dari intuisi; kemaskulinan & kefemininan otak kita nir bisa diubah sebagaimana yg diperlukan sang poly orang.

Kalau engkau ingin memotivasi laki-laki & berkomunikasi dengannya tanpa adanya goresan ataupun pertengkaran, berhentilah mengharapkan dia bertindak atau berpikir misalnya seseorang perempuan . Karna hingga kapanpun, laki-laki nir mungkin melakukan itu.

Jangan berharap cara berkomunikasi yg biasa engkau gunakan menggunakan sesama perempuan akan berhasil apabila dipakai buat berkomunikasi menggunakan seseorang laki-laki . apabila engkau permanen melakukannya, maka sesungguhnya engkau bersikap nir adil. Dan engkau telah niscaya akan kecewa & nir bahagia.

Sebagian akbar kasus pada pernikahan muncul bukan karna kasus diantara 2 individu, melainkan diantara 2 gender. Itulah sebabnya perceraian & pernikahan balik sesungguhnya nir memecahkan kasus.

apabila seseorang laki-laki & perempuan bercerai, & lalu menikah lagi, selama masing-masing menurut mereka nir mendapat realita ini, ketegangan akan terus terjadi. Siapapun pasangannya.

Biasanya pernikahan ke 2 terlihat lebih berhasil daripada pernikahan pertama. Hal ini karna galat satu atau ke 2 partner ini dalam akhirnya “PAHAM” & mendapat bahwa mereka wajib menghadapi pasangannya menggunakan cara berpikir pasangannya itu.

Namun sesungguhnya, bukankah lebih sehat bagi seluruh pihak (& jauh lebih ekonomis tentunya) buat tahu pelajaran ini waktu menjalani pernikahan pertama?

Tahukah kalian para perempuan  bahwa laki-laki  membutuhkan saat tujuh jam lebih usang  daripada perempuan  buat memproses data emosi yg kompleks? Bayangin girls, tujuh jam!

Kaum laki-laki  memiliki hipokampus yg lebih mini  pada pada sistem limbik (yg memproses pengalaman emosi) sedangkan perempuan  mempunyai lebih poly jalan syaraf yg menghubungkan bagian otak kiri & otak kanan (yg memproses pikiran & perkataan yg melibatkan emosi).

Contoh kasusnya: Suami istri bertengkar sesaat selesainya sarapan pagi, & istri hanya butuh lebih kurang 5-10menit buat tahu mengapa dia merasa sangat marah. Kebalikannya, suaminya mungkin baru mencapai titik itu waktu makan malam.

Namun kaum perempuan  tak jarang kesulitan menunggu selama itu. Wanita ingin ‘sesegera’ mungkin mendiskusikan perasaannya & dia mau suaminya melakukan hal yg sama, padahal otak suaminya belum hingga ke titik itu & sedang memproses apa yg baru saja terjadi.

Sama halnya perempuan  membutuhkan lebih poly saat buat ‘foreplay’ waktu berafiliasi intim, demikian jua kebanyakan laki-laki  membutuhkan saat buat pemanasan pada hal emosi.

Mengajak laki-laki  terjun eksklusif pada diskusi yg kompleks sama halnya misalnya laki-laki  mengajak istrinya buat berafiliasi tanpa pemanasan.

Berilah kaum laki-laki  saat buat mencerna pertarungan yg terjadi, baru selesainya itu (ingat, minimal 7 jam) perempuan  mampu mengajaknya berdiskusi.

Bagaimana apabila prianya menghindar & nir mau diajak berdiskusi? Tell me, apa yg kira-kira menciptakan laki-laki  nir mau diajak berdiskusi & bahkan menghindari perempuan  yg ingin merampungkan kasus?

Sebagian akbar  laki-laki  nir akan bersedia mendiskusikan sesuatu apabila mereka merasa dipojokkan atau disalahkan buat kesalahan yg mereka lakukan.

Wanita perlu belajar buat membicarakan sesuatu tanpa menyerang pasangan & membereskan hati mereka sendiri dan cara pendekatan mereka terhadap laki-laki .

Ketika seseorang perempuan  nir mengerti cara kerja otak laki-laki , dia beresiko menyebabkan respons yg negatif menurut laki-laki ; sesuatu yg dianggap para pakar menjadi “perilaku tembok”.

Sikap tembok mendeskripsikan bagaimana laki-laki  menutup diri secara emosi & lisan yg dalam dasarnya menghindari dialog menggunakan orang terdekatnya (re: istri misalnya). Dan tindakan laki-laki  misalnya ini nir sporadis disalahartikan sang perempuan  sebagai akibatnya menyebabkan ‘standar hantam emosi’.

Wanita ingin diselesaikan segera –> laki-laki  menentukan buat diam –> perempuan  tensinya naik (meneriakkan istilah-istilah yg konotasinya merendahkan merupakan hal yg paling tak jarang perempuan  lakukan waktu marah) –> laki-laki  akhirnya pulang keluar tempat tinggal  buat menghindari stres –> perempuan  menangis.

Alasan biologisnya: Sistem kardiovaskular laki-laki  bersifat lebih reaktif daripada milik perempuan  & lebih lambat buat pulih menurut tekanan, maka nir heran jika laki-laki  lebih berusaha menghindari hal itu daripada perempuan .

apabila cara kerja otak perempuan  (melepaskan oksitosin), maka menyampaikan kasus emosi membawa impak yg menenangkan. Sebaliknya bagi laki-laki  cara tsb membentuk kegelisahan & penderitaan.

Dengan istilah lain, apabila perempuan  memaksa laki-laki  berdiskusi sebelum dia ‘paham’ apa masalahnya, bagi kaum laki-laki  hal itu akan sangat menyakitkan & terasa misalnya siksaan. Itulah sebabnya laki-laki  kerap bungkam menjadi tindakan pertahanan diri (meski diakui hal itu nir sehat).

Wanita wajib mengerti bahwa suatu agresi menggunakan istilah-istilah akan lebih menguras energi laki-laki ketimbang dirinya sendiri. Dan cara tsb akan menciptakan diri laki-laki lebih usang pulih.

Mengkritik, mengeluh, & perilaku merendahkan nir akan menciptakan perempuan bisa berkomunikasi secara efektif menggunakan laki-laki . Karna sejatinya jawaban yg lemah lembut meredakan kegeraman. Bagi perempuan mungkin saja beliau menyampaikan sesuatu yg logis.

Namun bila perempuan menyampaikan sesuatu yg logis menggunakan cara yg nir logis, itu hanya akan menghantarkan situasi kalian menuju situasi panas. Setelahnya laki-laki akan sebisa mungkin menghalangi perempuan tsb buat masuk ke wilayahnya.

Dan perempuan akan semakin putus harapan karna yg beliau memahami laki-laki tsb sama sekali nir mau mendengarkan. Sikapnya menciptakan perempuan mengkritiknya semakin keras & menghinanya semakin tajam sampai dalam akhirnya tembok laki-laki tsb semakin usang semakin tinggi.

Dan akhirnya laki-laki akan menentukan buat menjauhkan diri secara emosi menurut interaksi itu. apabila perempuan menanggapi perilaku laki-laki menggunakan konduite yg sama, maka kita hanya akan menambah parah perilaku tsb.

Cobalah buat bersikap lembut, sabar, & berilah laki-laki sedikit saat. Seperti halnya agresi istilah-istilah mampu mengacaukan otak laki-laki , demikian jua agresi emosi. Ketika perempuan ‘mendesak’ seseorang laki-laki , laki-laki itu akan mulai panik. Kondisi biologis otak laki-laki kadang mengharuskannya beristirahat menurut hal-hal yg yg melibatkan emosi.

Sebagai contoh:

Hampir seluruh laki-laki niscaya memiliki barang/hobi favorit yg nir mampu diganggu gugat sang siapapun. Entah mobilnya, motor, skateboard, vape, main sepeda, memancing, naik gunung, budidaya ikan cupang atau yg lainnya. Jangan heran kenapa laki-laki mampu menghabiskan waktunya berjam-jam menggunakan barang/hobinya tsb tanpa memikirkan hal lain yg sebenarnya lebih penting. Contoh: ngeliatin cupang sampe lupa istrinya butuh disayang-sayang.

Hal ini karna adanya kesamaan biologis dalam laki-laki buat mencari objek buat diperhatikan yg menciptakan otaknya beristirahat & mencari kesenangan menjalin interaksi bebas tanpa adanya stimulasi dialog yg melibatkan perasaan. Barang/hobi favoritnya membiarkan beliau melakukan apa saja yg ingin beliau lakukan.

Barang/hobinya nir akan berkomentar ataupun mengkritik soal apapun yg ingin beliau lakukan. Barang/hobinya pula nir akan melontarkan istilah-istilah misalnya, “We need to talk.”

Barang/hobinya pun nir akan menanggapi pertanyaannya menggunakan sahutan, “coba tebak” “masa gitu aja nggak memahami?” atau yg paling sering, “terserah”.

Singkatnya, barang/hobi kesenangan laki-laki membiarkan otak mereka buat beristirahat. Pria memiliki genre darah ke otak 15% lebih sedikit menurut yg perempuan miliki, sebagai akibatnya otak laki-laki butuh lebih poly istirahat.

Jarang terdapat laki-laki yg jadi intim menggunakan pasangannya menggunakan cara didesak-desak. apabila laki-laki nir ingin berbicara, terdapat kalanya perempuan lebih baik membiarkannya saja. Jangan pula memintanya buat menaruh alasan atas keengganannya itu. Kadang kala waktu laki-laki nir berbicara pada istrinya atau nir berlaku misalnya seseorang suami yg penuh kasih, hal itu nir terdapat kaitannya menggunakan bagaimana perasaannya pada istrinya. Kadang kala beliau hanya ingin dibiarkan seseorang diri menggunakan pikirannya sendiri.

Kedengarannya mungkin egois ya? Tapi begitulah realitanya. Sebuah riset pada sebuah komunitas, mencatat 5 cara dicintai yg laki-laki inginkan mengungkapkan bahwa respon paling generik ketiga (sehabis pengakuan & seks) merupakan kebebasan.

Pria ingin melakukan sesuatu yg “menyenangkan” tanpa dibentuk merasa bersalah, tanpa helaan napas kekecewaan, atau pernyataan, For example: “Jadi engkau lebih pilih … daripada menghabiskan saat sama keluargamu?”

Namun lain cerita bila laki-laki meminta kebebasan buat melakukan hal yag negatif ataupun meminta saat buat ‘bebas’ lebih poly daripada yg beliau habiskan beserta keluarganya. apabila beliau lakukan ini, berarti laki-laki tsb mempunyai kasus prioritas.

Tetapi seseorang laki-laki terdapat kalanya butuh saat buat melakukan apa yg sahih-sahih beliau nikmati. Sebagian suami merasa bersalah meminta hal ini karna takut dikira nir berlaku adil terhadap istri yg mengurus tempat tinggal & pula anak. Wanita pun butuh saat istirahat sejenak menurut rutinitas keluarga.

Kaum laki-laki bukanlah kaum yg altruistis, namun umumnya mereka peka terhadap sesuatu yg sportif. Wanita akan semakin poly mempunyai saat buat ‘me time’ bila beliau peka terhadap kebutuhan laki-laki mengenai kebebasan. Intinya kaum perempuan mampu menjalankan sebuah interaksi yg baik menggunakan laki-laki menggunakan cara mendapat fenomena bahwa terdapat hal-hal mengenai laki-laki yg nir akan pernah perempuan mengerti.

Bahkan kemungkinan besarnya kaum laki-laki sendiri pun nir bisa tahu dirinya karna adanya “nothing box” tersebut pada sistem kerja otaknya. Mereka kelihatannya bisa mendapat warta ini menggunakan lebih baik, sedangkan perempuan kerap merasa HARUS tahu pacar/suami mereka.

Wanita sulit mendapat bahwa terdapat beberapa hal yg nir lumrah, & mungkin nir akan pernah lumrah mengenai laki-laki . Dan disinilah akhirnya, kadang kala perempuan wajib mendapat saja bahwa inilah cara laki-laki . Kadang waktu terdapat sesuatu yg menjengkelkan, justru kasus sebenarnya terletak dalam kejengkelan itu sendiri.

Kita terbiasa membiarkan diri kita terganggu sang sesuatu yg semestinya biasa-biasa saja atau yg nir menyenangkan.

Then girls, belajarlah bagaimana cara berkomunikasi & kapan saat uanh sempurna buat membicarakan menggunakan cara yg sedemikian rupa sebagai akibatnya pasanganmu mampu berpartisipasi sepenuhnya. Jangan abaikan gangguan-gangguan sepele meracuni interaksi kalian.

Bagian dari hidup bersama seseorang adalah belajar menyesuaikan diri dengan seluruh karakter dan kebiasaannya yang mungkin tidak logis. So jangan bosan untuk mempelajarinya terus-menerus ok?

Source:

1. “What Could He Be Thinking? How a Man’s Mind Really Works” book by Michael Gurian.

2. “The Proper Care and Feeding Of Your Husband” book by Laura Schlessinger.

3. “The Seven Principles for Making Marriage Work” – The Book of Marriage by Dana Mack and David Blankenhorn.

4. Kumparan dot com

5. “For Women Only: What You Need to Know About the Inner Lives of Men” book by Shaunti Feldhahn

6. “The Joy of Promise Kept” by Linda Weber.

7. “Loving Him Well” book by Gary Thomas.

Baca juga:

7 Keterampilan yang harus dikuasai setiap pria sebelum berusia 30

7 Bahasa Tubuh yang Akan Menggandakan Kepercayaan Diri Anda

Begini cara memahami pikiran pria

Kategori Pria yang Tidak Boleh Kamu Kencani Sebagai Wanita

Cara Ampuh Membangun Kepercayaan Diri sebagai Pria

4 Makanan super yang harus dimakan pria