Hukum islam mengatur banyak hal mulai dari hukum perkawinan, hukum berqurban hingga hukum aqiqah. Sama seperti tradisi islam lainnya, aqiqah masih tetap dilakukan dan akan terus diturunkan dari generasi ke generasi.

Pelaksanaan aqiqah memang masih menimbulkan pro kontra di kalangan masyarakat karena perbedaan pendapat yang dilontarkan oleh alim ulama. Lantas, bagaimana hukum aqiqah  yang benar berdasarkan islam?

Pengertian Aqiqah  dan Hukum Aqiqah Dalam Islam

Aqiqah merupakan acara perayaan kelahiran jabang bayi ke dunia yang dilaksanakan dengan memotong hewan qurban. Bila anak yang dilahirkan berjenis kelamin perempuan, orang tua wajib menyediakan satu kambing atau domba aqiqah. Sementara untuk kelahiran bayi laki-laki, hewan qurban yang wajib disediakan berjumlah 2 ekor.

Dilihat dari sejarah ajaran Nabi Muhammad SAW disebutkan jika hukum aqiqah adalah sunnah muakkad. Yang dalam pelaksanannya tidak diwajibkan tapi direkomendasikan dengan catatan umat yang melaksanakan mampu secara finansial. Sementara bagi umat yang tidak mampu, aqiqah  diizinkan untuk tidak diselenggarakan.

5 Keutamaan Aqiqah  Menurut Ajaran Islam

Melaksanakan aqiqah memiliki banyak keutamaan bagi umat muslim di seluruh dunia. Anda yang masih ragu untuk melaksanakan aqiqah atau tidak, simak sejumlah keutamannya berikut ini:

1. Pemberi Kabar Bahagia

Saat menikah, calon pengantin diwajibkan untuk menyiarkan kabar gembira pada public supaya mahligai perkawinan banyak direstu dan dioakan. Acara aqiqah juga memiliki nuansa yang sama seperti pernikahan. Di mana kelahiran bayi harus disiarkan ke banyak orang sebagai kabar bahagia.

Tamu yang diundang dalam acara aqiqah  juga bukan hanya tetangga dekat saja. Tapi termasuk tetangga jauh, kerabat jauh, rekan sejawat dan sebagainya.

2. Kegiatan yang Mendatangkan Pahala

Hukum aqiqah menyatakan secara gamblang jika perayaan ini tidak bersifat wajib. Tapi bila dilaksanakan akan memberikan banyak pahala terutama pada keluarga yang menyelenggarakan.

Berbeda dengan ulang tahun, perayaan aqiqah juga hanya dilakukan satu kali setelah bayi dilahirkan. Manfaatkan satu kali perayaan ini untuk bercengkrama dan bersilaturahmi dengan banyak kolega.

3. Memberikan Doa Terbaik Bagi Bayi

Aqiqah terdiri dari berbagai susunan acara salah satunya pembacaan doa untuk bayi. Doa-doa yang dihantarkan oleh para tamu yang hadir akan memberikan keberkahan bagi si bayi. Sehingga jabang bayi menerima banyak pahala dan modal kebaikan.

4. Sarana Berbagi Dengan Sesama

Sama seperti qurban Idul Adha, hukum aqiqah juga mengharuskan penyelenggara untuk berqurban hewan. Hewan yang diqurbankan nantinya tidak dimakan seorang diri namun diolah menjadi domba atau kambing gule untuk dibagikan pada sesama. Anda bisa menggunakan jasa aqiqah cimahi agar lebih praktis.

Secara tidak langsung aqiqah yang Anda laksanakan menjadi sarana berbagi. Meski dilangsungkann hanya sekali, manfaatnya sangat besar terutama bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan.

5. Tanda Rasa Syukur Pada Allah

Anak merupakan sebuah anugerah yang diberikan oleh Allah SWT. Momentum aqiqah bisa disamakan sebagai perayaan tanda rasa syukur kelahiran anak di tengah-tengah sebuah keluarga.

Anak merupakan bukti kasih dan sayang Allah terhadap umatnya. Sudah sewajarnya jika Anda memanjatkan doa dan pujian rasa syukur atas berkah tersebut.

6 Manfaat Melaksanakan Aqiqah  

Melaksanakan aqiqah bukan tanpa tujuan dan manfaat. Sama seperti menunaikan zakat atau shalat 5 waktu, aqiqah juga mendatangkan banyak manfaat bagi umat. Simak manfaat aqiqah berikut ini:

  1. Meneladani Nabi Muhammad SAW

Nabi Muhammad SAW merupakan nabi terakhir yang diutus oleh Allah SWT untuk memberikan ajaran islam bagi umatnya. Salah satu sunnah yang bisa diikuti dari Rasul adalah melaksanakan aqiqah. Klaim ini bisa Anda temukan pada HR Ibnu Majah No.29.

Tidak mengherankan jika tradisi aqiqah masih tetap bertahan meskipun perubahan teknologi sudah semakin terdepat. Orang tua masih mengajarkan anak-anak mereka untuk menunaikan aqiqah  ketika lahirnya bayi.

  1. Membebaskan Bayi Dari Gangguan Makhluk Halus

Selama pelaksanaan aqiqah, bayi tidak hanya dipotong rambutnya saja tapi ikut mendapatkan doa-doa baik dari tamu yang hadir. Doa inilah yang nantinya akan membebaskan bayi dari gangguan jahat makhluk halus.

Mengingat bayi merupakan makhluk ciptaan Allah SWT yang paling menarik bagi setan. Untuk menjaga bayi tetap sehat dan aman, lakukanlah aqiqah meskipun hukum aqiqah  tidak mengharuskannya.

  1. Sarana Melepaskan Status Gadai Bayi

Manfaat lainnya menjalankan aqiqah  bagi bayi adalah melepaskan status gadai. Menariknya dalam aqiqah terdapat ketentuan jumlah hewan qurban yang harus disembelih. Silahkan Anda mengikuti ketentuan tersebut agar status gadai bayi terlepas dengan sempurna.

  1. Menghilangkan Penyakit Dari Bayi

Rangkaian acara aqiqah mengharuskan rambut bayi dipotong sedikit atau banyak mengikuti kelebatan rambut bayi. Mencukur rambut bayi disebut-sebut sebagai proses menyingkirkan penyakit dari bayi.

Konsep tersebut hanyalah kiasan. Dengan tercukurnya sedikit rambut bayi diharapkan penyakit dan gangguan kesehatan yang akan menjangkiti bayi bisa dihalau dengan baik.

  1. Menyingkirkan Sifat Kikir

Ada alasan mengapa hukum aqiqah adalah sunah muakkad yang berarti diutamakan. Karena dalam pelaksanaan acaranya, pihak keluarga mengundang banyak orang untuk ikut mendoakan. Semakin banyak orang yang diundang, semakin tersingkir pula sifat kikir atau pelit dari diri Anda.

Mengapa? Karena jumlah makanan yang disediakan semakin banyak. Memberikan makanan bagi sesama umat sama seperti memberikan sedekah. Terlebih jika umat yang datang merupakan kaum dhuafa.

  1. Memperoleh Nama yang Bermanfaat

Hukum aqiqah telah dijelaskan sebelumnya di point pertama. Bicara tentang aqiqah , tahukah Anda jika menyelenggarakan acara ini juga baik untuk mendapatkan nama bayi?

Selain mencukur rambut dan mendoakan bayi, kegiatan yang juga dilaksanakan saat aqiqah  adalah memberikan nama yang baik dan bermanfaat untuk si bayi. Nama tersebut bisa dituliskan dalam secarik kertas dan disematkan pada nasi kotak para tamu.

Tujuannya agar para tamu mengetahui nama bayi yang baru lahir dan ikut berbahagia atas pemberian namanya. Inilah alasan mengapa banyak orang tua yang memutuskan untuk menyembunyikan nama bayi sebelum melaksanakan hukum aqiqah.

Itulah beberapa hukum, keutamaan dan manfaat aqiqah . Sebagai umat islam, Anda dianjurkan untuk melaksanakan sunah muakkad tersebut terutama jika Anda mampu secara finansial.

Melaksanakan aqiqah saat anak masih bayi jauh lebih dianjurkan dibandingkan melakukannya ketika sang anak beranjak dewasa. Terkecuali jika keuangan keluarga tidak memungkinkan untuk memenuhi hukum aqiqah tersebut.

Untuk kemudahan dan kesuksesan acara aqiqah, mengapa Anda tidak menggunakan jasa Dapur Aqiqah di Bandung, Aqiqah Al-hilal. Layanan aqiqah kami menawarkan menu catering aqiqah lengkap dengan olahan daging domba lezat dan bermutu tinggi.

Menggunakan jasa catering aqiqah jauh lebih praktis, menghemat waktu dan ekonomis daripada memasak sendiri. Terutama jika keluarga Anda tidak memiliki cukup banyak waktu luang untuk mengolah menu aqiqah secara mandiri. Akibat disibukan dengan pekerjaan maupun bayi yang baru lahir.

Harga menu catering yang kami sediakan juga sangat terjangkau dan bervariasi sehingga bisa Anda pilih sesuai jumlah tamu yang diundang maupun budget. Sebagai layanan catering aqiqah, kami hanya menyediakan makanan halal bersertifikat MUI.

Tertarik untuk menggunakan jasa Aqiqah Al-Hilal? Silahkan Anda hubungi kontak service kami di 081 2222 02751 atau kunjungi kantor pusat kami di Jalan Gegerkalong Hilir No.155 A, Sarijadi, Kecamatan Sukasari, Bandung.