5 Kisah Inspirasi Sahabat Nabi Untuk Belajar Keyakinan Dan Kegigihan

Sebagai muslim yang taat sudah sepatutnya untuk mengetahui sahabat-sahabat Nabi Muhammad SAW.  Selain mengetahui muslim/muslimah wajib menjadikannya teladan dalam kehidupan sehari-hari. Karena banyak sekali kebaikan dan pilihan hidup yang bisa dijadikan pedoman di masa yang berkembang sangat cepat. Ada kisah inspirasi sahabat Nabi yang bisa dijadikan suri tauladan agar hidup tetap pada jalurnya.

1. Sa’ad bin Mu’adz

Seperti yang dikabarkan HR Al-Bukhari dari Rasulullah SAW bahwa singgasana Allah bergoncang karena kematian Sa’ad bin Mu’adz. Namun, mengapa hal itu bisa terjadi? Sa’ad bin Mu’adz adalah pemuka Bani Aus yang patut diteladani.  Sebelum masuk Islam Sa’ad bin Mu’adz tidak menyetujui adanya dakwah di kotanya.

Tapi,setelah Islam memenuhi hatinya setelah dijelaskan oleh Mushab bi Umair. Maka kesetiaan dan keyakinan kepada tercinta Nabi Muhammad SAW sangat besar. Disaat yang lain belum yakin akan komitmen dalam urusan perang.  Disaat itulah Sa’ad bin Mu’adz memberikan komitmen yang menyebabkan wajah Rasulullah SAW menjadi berbinar. Maka Allah SWT sangat menyayanginya.

2. Abdullah bin Amr

Sahabat nabi yang ahli ibadah dan mempunyai kebiasaan menulis sabda Nabi SAW.  Terlahir di keluarga bangsawan kaya dan terpandang bernama Amru bin Ash. Dengan yakin ia mendahului ayahnya untuk memeluk agama Islam. Selain itu, beliau memiliki kecerdasan diatas rata-rata. Di saat kebanyakan orang masih buta huruf, beliau sudah mahir baca-tulis.

Salah satu kebiasaan yang tidak bisa ditinggalkan dan sangat jarang adalah kebiasaannya mencatat sabda-sabda Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam. Hal ini pernah menjadi masalah, namun setelah berkonsultasi dengan Nabi SAW Beliau memperbolehkannya. Keistimewaan Abdullah bin Amr adalah ahli ibadah yang gairahnya begitu tinggi. Nabi SAW harus turun tangan agar ia mau membagi waktu antara ibadah, keluarga dan istirahat.

3. Tsumamah bin Utsal Al Hanafi

Tsumamah adalah salah seorang pemuka Bani Hanifah, pembesar orang-orang Arab zaman jahiliyah dan raja Yamamah yang perintahnya harus ditaati. Sebelum memeluk Islam Tsumamah bahkan sempat membunuh dengan keji para utusan Nabi. Sampai ia ditangkap oleh pasukan Rasulullah SAW dan saat ditahan ia dijamu dengan makanan dan minuman yang lezat.

Dengan hidayah yang diberikan oleh Allah SWT, saat dilepaskan ia bersyahadat dan melanjutkan umrahnya yang sempat terhalang karena penangkapan. Setelah itu beliau melakukan setiap tindakan dengan keyakinan yang sangat tinggi terhadap Nabi SAW. Semua kegiatan dengan kaum musyrik ditutup. Tapi, karena Nabi SAW memerintahkan untuk tetap mengirimkan bahan makanan ke kaum Quraisy maka tetap dikirimkannya.

Bahkan setelah Nabi SAW wafat dan mulai banyak yang murtad. Tsumamah bin Utsal Al Hanafi tetap pada keyakinannya dan berusaha agar orang-orang tetap berpegang teguh pada ajaran Nabi SAW. Dengan menegakkan kalimat Allah di muka bumi.

4. Fathimah Az-Zahra RA

Kisah inspirasi sahabat Nabi selanjutnya datang dari putri Rasulullah SAW yang salehah, produktif, cerdas dan berani. Ia tumbuh di rumah yang penuh dengan keridhaan Allah SWT, membuatnya lebih terbuka dengan urusan risalah yang ditujukan ke ayahnya. Rasulullah SAW. Beliau senang beribadah dan sangat bertakwa maka ia menghindari dunia memilih akhirat.

Beliau senang bertanya perihal ajaran Islam dan mengabarkannya ke suaminya yaitu Ali bin Abu Thalib atau ke orang lain. Saat terjadi perang putri Rasulullah SAW ini tidak duduk diam, beliau mendatangi tenda membawa logistik untuk para tentara. Ketika Rasulullah SAW mengalami luka, ia mencari cara agar lukanya sembuh. Bahkan Fathimah melakukan sendiri semua pekerjaan rumah tangga yang berat.

5. Nusaibah Ummu Imarah

Beliau adalah anak Kaab bin Amr dan Rabbab binti Abdullah. Terkenal dengan julukan Ummu Umara atau Ummu Imarah. Dari pernikahannya dengan Zaid bin Asim mereka memiliki dua orang anak yaitu Abdullah dan Habib.  Nusaibah bukan wanita biasa, ia ikut serta dalam peperangan. Bukan saja untuk mengantar logistik dan mengobati tentara yang luka.

Namun, turun ke medan perang bersama dengan Rasulullah SAW. Perang-perang yang beliau hadiri adalah perang Uhud, peristiwa Hudaybiah, perang Khaibar, perang Hunain dan perang Yamamah. Beliau mempunyai kekuatan yang luar biasa dan selalu menjadi tameng Rasulullah SAW. Walau pun harus kehilangan anaknya beliau tidak menyerah bahkan lebih gigih lagi dalam berperang.

Lima kisah inspirasi sahabat Nabi diatas adalah hanya segelintir dari banyaknya kisah lain yang menggugah hati. Ada banyak pelajaran yang bisa diambil. Seperti keyakinan dalam menjalankan ajaran Islam, mencatat ilmu yang diketahui lalu  membaginya dan gigih dalam melakukan hal kebaikan. Menjadikan sahabat Nabi sebagai tauladan adalah hal yang bijak apalagi di zaman yang semakin tak menentu.

Updated: 3 Desember 2019 — 1:55 pm

Tinggalkan Balasan