7 Tips Wawancara Kerja Agar Tampil Maksimal

Ada serangkaian proses dalam mencari pekerjaan. Mulai dari mengirim lamaran hingga mengikuti tes. Jika semua tahapan telah dilewati dengan baik, langkah terakhir biasanya adalah wawancara. Kegiatan wawancara pun akan ada beberapa kali, misal dengan HRD dan selanjutnya bersama user. Agar tidak fatal, maka perlu mengetahui tips wawancara kerja yang baik dan benar.

Wawancara kerja adalah salah satu rangkaian dalam pencarian potensi pekerja. Umumnya wawancara dilaksanakan setelah psikotes. Namun, ada pula yang melaksanakan wawancara setelah menerima CV dari pelamar kerja.  Ada pula jenis walk in interview di mana para pelamar kerja langsung wawancara di hari itu juga, tanpa menunggu panggilan dari HRD.

Menghadiri wawancara kerja tentu butuh persiapan yang matang. Jangan sampai hanya karena kesalahan yang kecil, kemudian berakibat besar. Ada beberapa hal yang menjadi poin untuk wawancara kerja. Berikut ini adalah beragam tips wawancara kerja mulai dari persiapan hingga saat berlangsung.

1. Persiapkan Berkas dan Keperluan Lain di Malam Sebelumnya

Saat wawancara kerja, lazimnya ada dokumen yang wajib dibawa seperti CV, pas foto, fotokopi dokumen pribadi, dan sebagainya. Ada baiknya hal tersebut dipersiapkan pada malam hari sebelum wawancara kerja esoknya.  Siapkan juga pakaian, sepatu, tas, hingga sejumlah uang untuk bersiap diri di esok hari.

2. Memeriksa Alamat Wawancara Kerja

Sehari sebelumnya, pastikan sudah mencari tahu alamat tempat wawancara. Ini penting agar saat hari wawancara tidak perlu membuang-buang waktu untuk mencari alamat. Jika tidak memungkinkan untuk mencari langsung, bisa dilacak melalui peta digital. Perkirakan juga waktu tempuh dan potensi macet agar tidak terlambat wawancara.

3. Membawa Bekal Sendiri

Tidak ada yang bisa memastikan seberapa lama wawancara berlangsung. Ada baiknya membawa bekal sendiri agar tidak kerepotan mencari makan. Meskipun ada beberapa instansi yang menyediakan konsumsi, setidaknya bisa membawa air mineral sendiri. Membawa minum sangat berguna untuk menghindari tenggorokan kering. Ini merupakan tips wawancara kerja yang sering dilupakan. Jika tenggorokan kering, akan mempengaruhi suara saat menjawab pertanyaan wawancara.

4. Beretika yang Baik

Masuklah dengan sopan dan ucapkan salam. Mungkin ini adalah tips wawancara kerja yang sudah banyak diketahui. Namun, memang etika adalah hal yang penting dalam hal apa pun, terutama saat wawancara kerja. Ada baiknya menjabat tangan pewawancara untuk membangun kesan yang profesional. Posisikan diri dengan baik dan sopan, tetapi tetap nyaman. Penting untuk menjaga sikap selama wawancara.

5. Memperkenalkan Diri Sesuai Kualifikasi

Ketika wawancara kerja, akan selalu diminta untuk memperkenalkan diri. Pada bagian ini, memperkenalkan diri adalah seputar latar belakang pendidikan atau pengalaman. Perkenalan diri tidak untuk menceritakan seputar keluarga dan kisah hidup yang tidak berkaitan dengan pendidikan, pekerjaan atau pengalaman organisasi.  Perkenalan diri bisa diawali dengan menyebutkan nama dan usia, kemudian menceritakan latar belakang pendidikan, pengalaman organisasi, kepanitiaan, magang, volunteer, dan sebagainya.

6. Hindari Jawaban yang Singkat

Saat menjawab pertanyaan wawancara kerja, sebaiknya tidak dengan singkat dan pendek. Pewawancara perlu menggali data tentang calon pekerjanya, sehingga penting untuk menjawab dengan jelas dan lugas. Dengan begitu, pewawancara bisa mendapatkan data yang jelas mengenai kualifikasi yang dibutuhkan. Hal ini juga berguna untuk pencari kerja agar bisa lebih menjelaskan potensi dirinya, sehingga kemungkinan diterima lebih besar. Penting untuk melatih diri untuk bisa menjawab dan menceritakan sesuatu dengan lugas dan jelas.

7. Sebaiknya Tidak Menjelekkan Perusahaan Sebelumnya

Jika sudah pernah bekerja, hal paling penting dari tips wawancara kerja adalah tidak menjelekkan perusahaan sebelumnya. Tentu tidak ada perusahaan yang sempurna, sekali pun skalanya besar dan terkenal. Pertanyaan yang akan muncul jika pernah bekerja adalah tentang alasan mengapa berhenti dari perusahaan sebelumnya. Dengan tidak membeberkan kekurangan perusahaan sebelumnya, itu menandakan bahwa pencari kerja memiliki sikap yang profesional. Menjaga nama baik perusahaan dan kerahasiaaannya adalah bagian dari sikap dewasa dan profesional.

Setelah wawancara selesai, belum tentu juga pelamar kerja akan diterima. Masih ada banyak kemungkinan. Jika semua persiapan dan tips wawancara kerja telah dilakukan, maka ada baiknya tidak terlalu berharap. Meski tetap selalu memantau perkembangan informasinya, lebih baik juga sambil melamar ke perusahaan-perusahaan lainnya.

Tinggalkan Balasan